23 September 2009
Mirip Tapi Beda (Pemasangan dan harganya)
Kali ini MOTOR plus coba mengkomparasi tiga produk antipaku yang ada pasaran. Yakni, pelapis Rhino Tire, Tire Guard, dan Jet-1.
detail
yayan [URL] Saat saya sedang gencar2nya memasarkan produk ini, muncul komentar dari salah seorang pembeli yang bernada "killer". orang itu megkritisi produk tire guard yang katanya hasilnya belum tentu benar dan ... detail
linda wanita canti gantik ban mobil,
sendiri,
sengsara
dan.....
rasakan !!! detail
wahyu awalnya gw ragu jalani bisnis tire guard,tapi sekarang gw mengucapkan terima kasih pada tire guard,karna gw sudah tidak lagi nganggur,dan banyak pengangguran yang alhamdulillah bisa mendapatkan pekerj... detail
Berangkat dari rumah sudah agak
siang, setengah sembilan lebih. Ini kebiasaan buruk kalo punya kantor
deket rumah. Aku stir mobil sendiri menyusuri rute Cinere, Karang
Tengah, belok ke arah Jalan Pertanian. Seperti biasa rencananya aku akan
lewat Pasar Jum’at terus kearah perempatan Fedex, belok kanan sampe kantor.
Perjalanan
semula lancar, di samping SLB tiba-tiba ada dua orang boncengan motor
menyalip sambil menunjuk ban kiri belakang. Aku mengurangi kecepatan sambil
mencoba merasakan apakah ada masalah dengan ban. Tidak beberapa lama, mulai
terasa ban memang kempes dan aku mencari tempat berhenti tepat diperempatan muka jalan masuk kompleks yang
portalnya ditutup (permanen)
Lokasi Kempes Pertama
Sebelahnya ada warung rokok dan beberapa orang
sedang berbincang-bincang.
Seperti sudah aku duga, ranjau
paku menancap di ban kiri belakang. Kasihan banget ini orang. Hidup di dunia
sekali, punya kesempatan dipakai untuk membuat orang lain susah. Sedikit
merasa kesal, teringat bahwa marah dapat menjadi salah satu bentuk ketidak
ikhlasan, aku berusaha menghibur diri dengan ikhlas, sabar dan bersyukur.
Kalau dari sedemikian banyak mobil yang lewat, paku itu memilih mobilku,
tentu memang sudah menjadi ketetapan yang terbaik untuk aku. Alhamdulillah ya
ALLAH, aku diberi kesempatan untuk berkeringat (itung-itung olah raga pagi).
Singkat kata, aku ganti ban yang bocor dengan ban serep. Memakan waktu
sekitar 10 menit semuanya selesai, aku siap meluncur lagi. Lumayan
berkeringat dan tangan kotor, maklum matahari lumayan panas.
Melewati pertigaan Cirendeu dan Kompleks
Kejaksaan Lebak Bulus, sementara aman. Sampai perempatan Pasar Jum’at,
mendadak ban kiri belakang yang baru aku ganti dengan serep terasa kempes
lagi. Tadinya aku khawatir kurang kuat memutar baut-2 roda. Buru-buru
aku cari pemberhentian, berhubung perempatan Pasar Jum’at biasanya ramai dan
cenderung macet. Disebelah toko bangunan, didepan kios percetakan aku
memarkir mobil dan memeriksa ban kiri belakang. Ternyata ranjau paku jenis yang sama persis
menancap di ban kiri belakang. Desis suara angin masih
terus terdengar, sementara langit sudah menurunkan rintik air. Wah repot deh.
Aku mencoba mencari tukang tambal ban di
sekitar perempatan, tetapi tidak terlihat satupun kecuali bengkel motor. Aku kembali masuk kedalam mobil
dan mulai mencoba mengontak bantuan. Telpon ke rumah, kebetulan istri pergi
belanja dan handphone ditinggal dirumah. Telpon supir yang sedang ke kebon nggak
diangkat-angkat. SMS ngabarin kantor, kalau aku terdampar didepan Pusdiklat
Polri Pasar Jum’at, ban dua-duanya kempes.
Lokasi Kempes Ke-2
Supir menelpon balik, langsung aku
suruh meluncur menyusul ke Pasar Jum’at.
Gerimis tidak juga berhenti.
Aku buka ban kiri belakang yang kempes dan mengeluarkan serep yang juga
kempes. Kebetulan kawan kantor menawarkan budi baiknya untuk menjemput dan
mengantarkan ke tukang tambal ban.
Ban ditambal di tukang tambal
ban pinggir jalan, masih di depan Pusdiklat Polri, hanya beberapa puluh meter
dari tempatku berhenti. Dua ban Rp. 35.000,- cepat saja selesai ditambal.
Putar balik ke mobil kemudian memasangnya dan semuanya selesai. Akupun
lega seiring gerimis tidak terasa lagi.
Untuk aku, alhamduliLLAH diberikan kesempatan olah raga (lahir dan
bathin). Untuk teman yang datang menolong juga supirku insyaALLAH menjadi
amal shaleh. Teman lain yang bersimpati lewat SMS mendapat pelajaran. Tukang
tambal ban pinggir jalan dapat rejeki untuk makan keluarganya.
Yang kasihan tentu saja kembali si penebar ranjau paku ini. Jika dia berniat
buruk, niat buruknya tidak tercapai. Alih-alih mendapat hasil justru apes
mendapat amalan dunia yang buruk. Mudah-mudahan dia bisa segera insyaf dan
diampuni kesalahannya.
Ranjau Paku
Baca juga
»
26 September 2009 Musibah Pagi Melayang sudah laptop, tas dan harapanku
23 September 2009 Mirip Tapi Beda (Pemasangan dan harganya) Kali ini MOTOR plus coba mengkomparasi tiga produk antipaku yang ada pasaran. Yakni, pelapis Rhino Tire, Tire Guard, dan Jet-1.