FloatingRight
Tire Guard Murah | Anti Ban Bocor | Anti Bocor | Agen Distributor Pelindung Ban
www.antibanbocor.com HomeHow to BuySite MapAbout UsContact Us
0 item
26 September 2009
Musibah Pagi
Melayang sudah laptop, tas dan harapanku detail

23 September 2009
Sebanyak 13 Jalan Protokol Jakarta Rawan Ranjau Paku
detail

23 September 2009
Kena Deh, ranjau paku nian ganas !!!!!!!
Berangkat dari rumah sudah agak siang, setengah sembilan lebih. Ini kebiasaan buruk kalo punya kantor deket rumah detail

23 September 2009
Mirip Tapi Beda (Pemasangan dan harganya)
Kali ini MOTOR plus coba mengkomparasi tiga produk antipaku yang ada pasaran. Yakni, pelapis Rhino Tire, Tire Guard, dan Jet-1. detail

» index berita
yayan
[URL]
Saat saya sedang gencar2nya memasarkan produk ini, muncul komentar dari salah seorang pembeli yang bernada "killer". orang itu megkritisi produk tire guard yang katanya hasilnya belum tentu benar dan ... detail

wati
the best video detail

linda
wanita canti gantik ban mobil, sendiri, sengsara dan..... rasakan !!! detail

wahyu
awalnya gw ragu jalani bisnis tire guard,tapi sekarang gw mengucapkan terima kasih pada tire guard,karna gw sudah tidak lagi nganggur,dan banyak pengangguran yang alhamdulillah bisa mendapatkan pekerj... detail

» isi testimonial
» lihat testimonial
News

Musibah Pagi

26 September 2009

 

Mungkin ada yang pernah membaca di media-media tentang kejahatan penjambretan dengan modus pembocoran ban dengan ranjau paku? Pagi tadi saya sendiri telah menjadi korbannya...
Alhamdulillah harta yang sangat berharga bagi saya berhasil saya selamatkan. Berikut pengalaman saya mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati.

Seperti biasa saya berangkat dari Depok ke Jakarta sekitar jam 9 pagi. Perjalanan seperti biasa, mengambil jalur Depok - Jalan Raya Bogor - Cililitan - Jakarta, kondisinya ramai lancar. Sampai di sekitar 200 meter setelah Cijantung tiba-tiba saya merasakan ada yang tidak beres dengan ban saya, terdengar suara gluduk-gluduk. Saya tepikan mobil, dan benar saja, ban sebelah kiri belakang bocor habis. Saya ambil elektrik kompresor dan saya coba pompa ban tersebut. Sekitar 5 menit kemudian, muncul bapak-bapak, sekitar 50 tahun. Bapak-bapak itu menanyakan "bocor ya mas?". "Iya Pak, ada tambal ban deket sini nggak ya?", tanya saya. "Wah nggak ada yang deket mas, jauh-jauh semua", kemudian dia bilang lagi, "Sepertinya bannya pecah tuh, nggak bisa dipompa, ganti ban serep saja."

Ya sudah, saya mulai ambil kunci ban, sedangkan orang tersebut hanya berdiri saja sambil bertelepon dengan ponselnya. Tak lama kemudian saya denger bunyi "klik", saya coba melongok ke asal bunyi. Alangkah kagetnya, saya lihat ada orang sedang membawa tas saya berjarak 5 meter dari mobil saya. Reflek, saya teriak "maliiiiingggg..." sambil ngejar orang itu (Mungkin ini teriakan terkeras saya sejak 16 tahun ini. Terakhir teriak seperti ini mungkin pada saat OS mahasiswa dulu). Mungkin orang itu kaget, tas saya dilemparnya ke samping. Bodohnya saya (atau karena terlalu sayang sama isi tas), saya ambil dulu tas, saya ranselkan (kebetulan tas saya model ransel), baru ngejar orang itu lagi. Sudah agak jauh, mungkin sekitar 15 meteran, tapi tetap saya kejar. Dalam benak saya, meskipun jauh masih yakin akan terkejar, toh saya bisa sambil neriakin "maling", sehingga orang-orang di depan saya akan ikutan bantuin. Ternyata harapan saya salah, sudah ada motor yang nunggu orang itu. Langsung saja dia naik motor dan kabur. Orang-orang di pinggir jalan hanya bisa terbengong, termasuk saya sendiri.

Balik ke mobil, ternyata orang yang tadinya "pura-pura" bantuin saya sudah menghilang. Saya yakin dia berkomplot dengan penjambret. Saat "pura-pura" membantu, dugaan saya dia mengintip kabin dan memberitahukan melalui ponselnya ke penjambret adanya tas di belakang jok depan. Selain itu, setelah saya ganti ban dan jalan, ternyata ada tambal ban deket situ, hanya sekitar 50 meter, padahal sebelumnya dia bilang tidak ada tambal ban yang deket.

Ya sudah, setelah ganti ban, saya lanjutkan perjalanan. Biar tenang, ban yang bocor saya tambal di dekat kantor. Awalnya saya heran kok bisa ban tubles begitu cepatnya bocor habis (tidak bocor pelan-pelan). Si tukang tambal ban bilang, "Ini mah ranjau mas". Bukan paku, tapi bentuknya seperti jari-jari payung, ada lubang di tengahnya, kemudian dipotong runcing. Karena ada lubang di tengahnya, udara dengan leluasa bisa keluar dari ban. Sempat saya foto dengan kamera PDA seadanya, berikut foto-foto paku tersebut:









Tas saya berisi sebuah laptop dan dua buah external disk, barang yang sangat berharga bagi saya, karena baik data maupun backupnya ada di dalam tas tersebut. Sampai di kantor, saya coba nyalakan laptop, alhamdulillah masih jalan dengan baik.

Kejadian ini memberikan pelajaran bagi saya agar selalu berhati-hati. Lain kali kalau mau periksa apapun di luar mobil, pintu harus selalu terkunci. Rupanya modus kejahatan dengan ranjau paku masih marak di Jakarta.

copy from
http://anis.hariri.biz/index.php?/archives/21-Musibah-Pagi.html








Baca juga
  » 23 September 2009
Sebanyak 13 Jalan Protokol Jakarta Rawan Ranjau Paku


  » 23 September 2009
Kena Deh, ranjau paku nian ganas !!!!!!!
Berangkat dari rumah sudah agak siang, setengah sembilan lebih. Ini kebiasaan buruk kalo punya kantor deket rumah

  » 23 September 2009
Mirip Tapi Beda (Pemasangan dan harganya)
Kali ini MOTOR plus coba mengkomparasi tiga produk antipaku yang ada pasaran. Yakni, pelapis Rhino Tire, Tire Guard, dan Jet-1.

  » 13 September 2009
Sekali lagi, ranjau paku !!


  » 15 Juli 2009
Ranjau Paku Kembali Marak, Polda Menyisir Jalan



Home | How to Buy | Site Map | About Us | Contact Us






tire guard murah, anti bocor, anti ban bocor, antibanbocor