Tire Guard | Anti ban Bocor | vionseal | Tireguard
Tire Guard, Solusi Cerdas Mencegah Ban Bocor,
Home How to Buy Site Map About Us Contact Us
Information
6 user sedang online
Anda pengunjung ke-158,580
adjieadjie_soetomo
tire guardtireguard@ymail.com
Jambijabardeni
Categories
Testimonial
traffi
cari2 tireguard di google ketemu di website ini.langsung aja aku tanya2 via ym langsung di respon setelah transfer aku sms utk konfirmasi ditanggapi dgn cepat jg..tgl 20-12-2011 tanpa ragu aku transfe... detail

Ian
hallo,, tolong deatil harganya dong gan,Bagi (yang mau jd) reseller. trims

lutfi
paketnya dibungkus rapi,,pokoknya mantaplah pelayanan kepada konsumen. makasih,makasih,makasih NB : kalo masalah produknya mah saya percaya ma tireguard. soalnya udah banyak yg pakai kan yah.

ALARM MOTOR
saya rasa ini produk paling bagus, harga cukup terjangkau, bisa bertahan sampai ban motor habis

» isi testimonial
» lihat testimonial

News

Musibah Pagi

26 September 2009

 

Mungkin ada yang pernah membaca di media-media tentang kejahatan penjambretan dengan modus pembocoran ban dengan ranjau paku? Pagi tadi saya sendiri telah menjadi korbannya...
Alhamdulillah harta yang sangat berharga bagi saya berhasil saya selamatkan. Berikut pengalaman saya mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati.

Seperti biasa saya berangkat dari Depok ke Jakarta sekitar jam 9 pagi. Perjalanan seperti biasa, mengambil jalur Depok - Jalan Raya Bogor - Cililitan - Jakarta, kondisinya ramai lancar. Sampai di sekitar 200 meter setelah Cijantung tiba-tiba saya merasakan ada yang tidak beres dengan ban saya, terdengar suara gluduk-gluduk. Saya tepikan mobil, dan benar saja, ban sebelah kiri belakang bocor habis. Saya ambil elektrik kompresor dan saya coba pompa ban tersebut. Sekitar 5 menit kemudian, muncul bapak-bapak, sekitar 50 tahun. Bapak-bapak itu menanyakan "bocor ya mas?". "Iya Pak, ada tambal ban deket sini nggak ya?", tanya saya. "Wah nggak ada yang deket mas, jauh-jauh semua", kemudian dia bilang lagi, "Sepertinya bannya pecah tuh, nggak bisa dipompa, ganti ban serep saja."

Ya sudah, saya mulai ambil kunci ban, sedangkan orang tersebut hanya berdiri saja sambil bertelepon dengan ponselnya. Tak lama kemudian saya denger bunyi "klik", saya coba melongok ke asal bunyi. Alangkah kagetnya, saya lihat ada orang sedang membawa tas saya berjarak 5 meter dari mobil saya. Reflek, saya teriak "maliiiiingggg..." sambil ngejar orang itu (Mungkin ini teriakan terkeras saya sejak 16 tahun ini. Terakhir teriak seperti ini mungkin pada saat OS mahasiswa dulu). Mungkin orang itu kaget, tas saya dilemparnya ke samping. Bodohnya saya (atau karena terlalu sayang sama isi tas), saya ambil dulu tas, saya ranselkan (kebetulan tas saya model ransel), baru ngejar orang itu lagi. Sudah agak jauh, mungkin sekitar 15 meteran, tapi tetap saya kejar. Dalam benak saya, meskipun jauh masih yakin akan terkejar, toh saya bisa sambil neriakin "maling", sehingga orang-orang di depan saya akan ikutan bantuin. Ternyata harapan saya salah, sudah ada motor yang nunggu orang itu. Langsung saja dia naik motor dan kabur. Orang-orang di pinggir jalan hanya bisa terbengong, termasuk saya sendiri.

Balik ke mobil, ternyata orang yang tadinya "pura-pura" bantuin saya sudah menghilang. Saya yakin dia berkomplot dengan penjambret. Saat "pura-pura" membantu, dugaan saya dia mengintip kabin dan memberitahukan melalui ponselnya ke penjambret adanya tas di belakang jok depan. Selain itu, setelah saya ganti ban dan jalan, ternyata ada tambal ban deket situ, hanya sekitar 50 meter, padahal sebelumnya dia bilang tidak ada tambal ban yang deket.

Ya sudah, setelah ganti ban, saya lanjutkan perjalanan. Biar tenang, ban yang bocor saya tambal di dekat kantor. Awalnya saya heran kok bisa ban tubles begitu cepatnya bocor habis (tidak bocor pelan-pelan). Si tukang tambal ban bilang, "Ini mah ranjau mas". Bukan paku, tapi bentuknya seperti jari-jari payung, ada lubang di tengahnya, kemudian dipotong runcing. Karena ada lubang di tengahnya, udara dengan leluasa bisa keluar dari ban. Sempat saya foto dengan kamera PDA seadanya, berikut foto-foto paku tersebut:









Tas saya berisi sebuah laptop dan dua buah external disk, barang yang sangat berharga bagi saya, karena baik data maupun backupnya ada di dalam tas tersebut. Sampai di kantor, saya coba nyalakan laptop, alhamdulillah masih jalan dengan baik.

Kejadian ini memberikan pelajaran bagi saya agar selalu berhati-hati. Lain kali kalau mau periksa apapun di luar mobil, pintu harus selalu terkunci. Rupanya modus kejahatan dengan ranjau paku masih marak di Jakarta.

copy from
http://anis.hariri.biz/index.php?/archives/21-Musibah-Pagi.html




Baca juga
  » 30 Agustus 2010
Tips Mencegah Kebal terhadap ranjau paku
Di beberapa jalan protokol di Jakarta, mungkin juga kota-kota besar lainnya, kerap ditebar “ranjau”

  » 29 Agustus 2010
10Penebar Ranjau Paku Ditangkap
Gerombolan dan penjahat penabur paku semakin menggila di jabotabek

  » 25 Agustus 2010
Rawan Kejahatan Ranjau Paku
Semakin menggila para penjahat rajau paku, mereka menebarkan ranjau paku seluruh bumi Jabotabek

  » 24 Agustus 2010
Sedia Payung sebelum hujan, pakai autisealant sebelum bocor
sekarang bermunculan merk2 baru dalam negeri produk autosealant

  » 24 Agustus 2010
Sedia Payung sebelum, pakai autisealant sebelum bocor
sekarang bermunculan merk2 baru dalam negeri produk autosealant

Search
Search:
Others
Dahsyatnya Video Tire Guard, otomatis nambal sendiri ------------------- ------------------- ------------------- -------------------
Others

clock
Others
Others
free counters

 

CV QUANTUM
Team Tire Guard
Jl Bratang Wetan IV no 7 Surabaya - Pusat
info@antibanbocor.com http://www.antibanbocor.com
simp 081 2332 06066, xl 0878 525 47775
Rekening a.n : ADJI SOETOMO BCA : 4650-311-006  MANDIRI : 1410001028893

Toko Online